Pantun Nasehat

Assalamualaikum wr.wb bermula kata 
sebagai pembuka awal bersua
sudah lama tak bertegur sapa
apa kabar sahabat semua nya ?

waalaikumsalam wr.wb kami ucapkan
sebagai jawab salam dari tuan
mari kita berjabat tangan
sebagai tanda kita berteman

layang layang terbang melayang
punai terbang di tengah ladang
tak kenal maka tak sayang
setelah kenal bisa saling menyayang

                                                                                                                               😀  🙂  😎

Pantun bukan merupakan kata yang asing di dengar tetapi adalah kata yang sangat familiar buat telinga orang Indonesia,  kenapa?

Ya tentu saja karena kita memang bangsa yang suka dengan yang namanya berpantun terutama bagi suku Melayu karena hampir dalam setiap kegiatan terutama kegiatan adat akan melaksanakan yang namanya berpantun. Begitu juga dengan suku – suku yang lain di Indoneisia ini juga suka dengan yang namanya pantun.

Orang zaman dahulu sering menggunakan pantun untuk memberi nasehat kepada orang yang lebih muda tetapi menurut saya tidak salah juga memberi nasehat dalam bentuk pantun kepada orang yang lebih tua.

Berikut beberapa contoh pantun nasehat dari berbagai macam koleksi contoh pantun nasehat yang bisa kamu pakai dalam keseharian kamu.

 

Di tepi kali saya menyinggah
Menghilang penat menahan jerat
Orang tua jangan disanggah
Agar selamat dunia akhirat

Manis jangan lekas ditelan
Pahit jangan lekas dimuntahkan
Mati semut karena manisan
Manis itu bahaya makanan.

Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua
Ajaran baik jangan diubah

Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh
Supaya engkau tidak ketinggalan

Anak ayam turun sembilan
Mati satu tinggal delapan
Ilmu boleh sedikit ketinggalan
Tapi jangan sampai putus harapan

Anak ayam turun delapan
Mati satu tinggal lah tujuh
Hidup harus penuh harapan
Jadikan itu jalan yang dituju

Tiap nafas tiadalah kekal,
Siapkan bekal menjelang wafat.
Turutlah Nabi siapkan bekal,
Dengan sebar ilmu manfaat.

Ilmu insan setitik embun
Tiada umat sepandai Nabi
Kala nyawa tinggal diubun
Turutlah ilmu insan nan mati

Bunga mawar bunga melati
Kala dicium harum baunya
Banyak cara sembuhkan hati
Baca Quran paham maknanya

Ke hulu membuat pagar,
Jangan terpotong batang durian;
Cari guru tempat belajar,
Supaya jangan sesal kemudian.

Si botak pake helm baja

Niat ke pasar sama bini

Oke dah segitu aja

Jangan lupa mampir lagi ke sini…😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s